bhayangkara fc

Bhayangkara FC Jadi Ancaman Klub Elite Liga 1

Performa Bhayangkara FC menunjukkan perkembangan yang siginifikan. Tim besutan Simon Mcmenemy itu mulai menunjukkan tajinya. Satu-persatu lawan kuat mereka libas.

Diawali dari kemenangan atas Persib Bandung 2-0, Firman Utina dkk. kembali tampil garang saat menekuk Bali United 1-3, Jumat (9/6/2017) di kandang lawan.

Bhayangkara FC kini menjadi ancaman serius bagi klub-klub elite Tanah Air. Sebab jika melihat penampilan mereka di dua pertandingan terakhir, Bhayangkara FC seakan tak terpengaruh meski tampil di kandang lawan.

Tim yang bermarkas di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, itu seolah bangkit dari tidurnya. Maklum, sebelum menang beruntun pada dua duel terakhir, mereka sempat mengalami kekalahan telak, 0-3 dari Pusamania Borneo FC.

Kini, siapa pun pantas keder bila menilik kegarangan mereka. Jika mampu menjaga permainan tetap stabil di laga-laga berikutnya, Bhayangkara FC tak menutup kemungkinan bisa menghancurkan semua lawan yang mereka temui.

Lantas, apa saja yang membuat Bhayangkara FC bisa menjadi pengusik kemapanan tim-tim elite. Berikut catatan kami terkait faktor yang membuat grafik permainan Bhayangkara FC meningkat pesat.

1. Paulo Sergio Mulai Menyatu dan Tajam

Ada yang berbeda dari penampilan marquee player Bhayangkara FC, Paulo Sergio, dalam dua pertandingan terakhir. Pemain asal Portugal ini tampaknya mulai menyatu dengan tim. Ia lebih kompak dengan pemain Bhayangkara FC lainnya sehingga aliran bola Bhayangkara FC dalam dua laga terakhir lebih lancar.

Ketajaman sang pemain juga membaik. Dua gol dalam dua pertandingan adalah bukti sahih bahwa sang pemain bisa menjadi alternatif bila striker Bhayangkara FC mengalami kebuntuan.

Ini tak lepas dari ketepatan keputusan sang pelatih Bhayangkara FC, Simon Mcmenemy, dengan menempatkan Paulo sebagai striker lubang. Posisi ini tampaknya lebih nyaman bagi Paulo. Sebab ia bisa muncul dari belakang tanpa kawalan.

Terbukti, dua gol yang ia jaringkan dalam dua laga terakhir tercipta dari proses yang nyaris sama, muncul dari lini kedua yang tak terlihat oleh pemain belakang lawan, untuk kemudian melepaskan tembakan keras.

2. Thiago Furtuoso kembali

Kemenangan 3-1 Bhayangkara FC atas Bali United berkat kecepatan dan kecerdikan Thiago Furtuoso. Striker asal Brasil ini memiliki kelebihan pada kecepatan lari sambil membawa bola. Ia juga cerdik dalam penempatan posisi, sehingga tak jarang ia lolos dari jebakan off-side yang diterapkan lawan.

Kombinasi dari dua kelebihan itulah yang ia tunjukkan ketika mencetak dua gol ke gawang Bali United. Mendapatkan umpan dari Lee Yu Jun, Thiago berlari kencang dan dengan cerdik ia menyontek bola untuk melewati kiper Bali United.

Proses gol kedua Thiago hampir sama. Ia kembali lepas dari jebakan off-side dan membawa bola dengan berlari kencang. Ketika sudah mendekati kiper, alih-alih ditendang keras, Thiago hanya melakukan penempatan untuk merobek gawang Bali United.

Penampilan apik Thiago akan menambah daya gedor Bhayangkara FC pada laga berikutnya. Pada musim lalu, Thiago juga menjadi salah satu striker tajam yang menjadi ancaman tim lawan.

3. Empat Bek Tampil Disiplin

Empat bek sejajar yang dipasang dalam formasi 4-3-2-1 tampil disiplin di sepanjang laga. Baik lawan Persib dan Bali United, mereka jarang naik membantu serangan. Hanya sesekali kedua bek sayapnya maju, itu pun saat posisi yang mereka tinggalkan sudah diisi pemain lain.

Lagi-lagi cara yang diterapkan Simon berhasil. Meski berkali-kali diserang oleh lawan, berulang kali pula mampu dipatahkan oleh pemain belakang Bhayangkara FC.

Pemain lawan pun dibuat bingung lantaran ruang mereka untuk mengumpan maupun masuk ke jantung pertahanan Bhayangkara FC dari kedua sisi lapangan kerap tertutup.

Tak hanya itu, konsentrasi para pemain belakang Bhayangkara FC juga lebih baik dibanding saat kalah dari Borneo FC. Mereka tak lagi hanya terpaku pada datangnya bola, tapi juga pergerakan tanpa bola pemain lawan sehingga mereka tak lagi mudah kecolongan.

Hal yang sama diterapkan saat menghadapi Persib Bandung. Disiplin lini belakang Bhayangkara FC membuat gawang Awan Setho tak kebobolan pada laga itu.

4. Akurasi Umpan Para Gelandang

Keakuratan umpan para gelandang Bhayangkara FC menjadi salah satu kunci sukses mereka memenangi dua pertandingan terakhir.

Evan Dimas Darmono, Guy Junior, serta Lee Yu Jun secara bergantian memberikan kontribusi besar dalam proses terjadinya gol-gol Bhayangkara FC.

Gol-gol yang berhasil disarangkan para pemain Bhayangkara FC hampir semua berkat umpan matang para gelandangnya. Secara bergantian mereka memberikan umpan-umpan yang memanjakan penyerang Bhayangkara FC.

5. Kecerdikan Simon McMenemy

Harus diakui, penampilan apik Bhayangkara FC tak lepas dari kejelian dan ketepatan Simon Mcmenemy. Dalam dua pertandingan terakhir, Simon jeli dalam melihat pemainnya yang tak tampil efektif di lapangan.

Ketika mengandaskan Persib, Simon membuat keputusan berani dengan menarik keluar Thiago untuk digantikan Ilham Udin Armaiyn. Rotasi ini membuahkan hasil dengan terciptanya gol kedua Bhayangkara FC.

Pada laga kontra Bali United, Simon kembali menunjukkan kemampuannya membaca situasi. Situasi terbalik terjadi, Ilham yang kali ini dipasang sebagai starter ditarik keluar digantikan Thiago. Kali ini Thiago berhasil membayar kepercayaan Simon.