Wasit Asing Akan Pimpin Pertandingan Liga 1

Pertandingan Liga 1 Akan Dipimpin Wasit Asing

PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi di Indonesia memutuskan menggunakan jasa wasit asing untuk memimpin laga Liga 1 pada putaran kedua.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Berlington Siahaan mengatakan, wasit asing akan memimpin 50 persen pertandingan pada setiap pekan mulai putaran kedua. PT LIB akan berkoordinasi dengan PSSI untuk mendatangkan wasit asing ke Indonesia dengan izin dan bantuan AFC.

“Kami sudah berkomunikasi dengan PSSI dan dari Pak Ketum sangat menyetujui dengan rencana itu. Setiap pekan misal ada tujuh sampai sembilan laga, 50 persen pakai wasit asing yang berlisensi FIFA karena di dalam negeri memang masih sedikit wasit yang berlisensi FIFA,” kata Berlington, Selasa (18/7/2017) di Jakarta Selatan.

Pertimbangan PT LIB menggunakan wasit asing adalah untuk meningkatkan kualitas pertandingan sebagai hiburan masyarakat Indonesia. Selain itu, keputusan itu berdasar evaluasi pada putaran pertama, di mana ada sekitar delapan wasit Liga 1 yang diistirahatkan.

“Kami tidak mengatakan teman-teman (wasit) Indonesia buruk. Tapi ini untuk pembelajaran bersama, sama-sama introspeksi,” imbuhnya.

Mekanisme penugasan wasit asing akan melibatkan AFC. “Secara administrasi, kami minta ke PSSI lalu PSSI bersurat ke AFC, dari AFC berkomunikasi dengan federasi yang bersangkutan. Nama wasit dan negaranya AFC yang menentukan,” imbuh Tigor Shalom Boboy, Sekretaris PT LIB.

PT LIB hanya akan menugaskan wasit asing untuk wasit tengah. Asisten wasit masih berasal dari Indonesia. Namun, PT LIB belum membocorkan berapa kisaran gaji yang akan diberikan kepada wasit asing nantinya.

Liga juga akan menerapkan pertimbangan tertentu untuk menunjuk wasit asing yang akan memimpin pertandingan. “Secara umum sistem yang akan menentukan siapa yang akan ditugaskan, tapi ada pertimbangan lain, misalnya pertandngan dengan risiko tinggi dan sebagainya,” imbuh Risha Adi Wijaya, Direkur Kompetisi dan Operasional PT LIB.

Liga membutuhkan waktu sekitar tiga pekan untuk merealisasikan rencana itu, mulai dari permintaan ke PSSI, lalu komunikasi dengan AFC.